• KEPENGURUSAN BAZNAS DAN YAYASAN MASJID AGUNG DAARUSSALAAM CILACAP DIKUKUHKAN
KEPENGURUSAN BAZNAS DAN YAYASAN MASJID AGUNG DAARUSSALAAM CILACAP DIKUKUHKAN
03 Juli 2015. \\ Seputar Cilacap

HUMAS CILACAP. Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengukuhkan dan melantik kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional/BAZNAS Kabupaten Cilacap periode 2015 – 2020 dan kepengurusan Yayasan Masjid Agung Daarussalaam Cilacap periode 2015 – 2020.

Pengukuhan dihadiri Ketua MUI Kabupaten Cilacap, KH. Dzul Basor, para Kepala SKPD dijajaran Pemkab Cilacap dan undangan lain. Pengukuhan dalam satu acara di pendopo Wijayakusuma Cilacap, Jumat (03/07).

Susunan Kepengurusan Baznas Kabupaten Cilacap yang dikukuhkan terdiri dari, Drs. Sutarjo, MM Sekretaris Daerah, sebagai ketua, Drs. Mughni Labib, Msi, Kepala Kantor Kementerian Agama Cilacap sebagai Wakil Ketua, Drs. Sadmoko Danardono, Msi, Kepala Bagian Kesra Setda Cilacap, selaku Wakil Ketua, H. Subhan Wahyudi sebagai Sekretaris, Mohamad Nurhidayat sebagai Bendahara. Kepengurusan juga dilengkapi dengan sejumlah bidang seperti bidang pendistribusi dijabat oleh H. Jasmin, bidang pendayagunaan dijabat oleh Sukmaniati, bidang pengumpulan dijabat oleh Wahyu Purnomo.

Sedang kepengurusan Yayasan Masjid Agung Daarussalaam Cilacap terdiri dari, H. Muchsin S,M sebagai Ketua, H. Jasmin Djamhari sebagai Sekretaris dan bendahara dijabat H. Sakiran Wardi.  Sementara Pengawas Yayasan Masjid Agung Daarussalaam terdiri dari Ketua Warsono, SH, M Hum selaku Ketua, dan dua orang anggota yakni Imam Wahyu Jatmiko dan Muhamad Salmin Bisyir.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut menyampaikan, pelantikan pada hakekatnya merupakan wujud kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat. Sekaligus mengandung makna tanggung jawab untuk memajukan organisasi dan melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan.

Bupati optimis, dengan adanya semangat kebersamaan, soliditas dan solidaritas dari seluruh jajaran pengurus, diharapkan dapat memberi daya sinergi yang tinggi bagi suksesnya pelaksanaan program kerja organisasi.

Lebih lanjut dikatakan, zakat merupakan rukun Islam ketiga, serta merupakan kewajiban setiap muslim yang  mampu untuk membantu para saudara kita yang berhak menerimanya.

Zakat juga merupakan salah satu sumber dana potensial yang dapat membantu program pemerintah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, agar menjadi sumber dana yang dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan, terutama untuk mengentaskan kemiskinan, serta menghilangkan kesenjangan sosial, maka para pengurus Baznas dapat mengelola zakat secara profesional, amanah dan transparan, ujar Tatto. (hromly)

 

Berita Lainnya